Arsip Kategori: Berita

Bordir Airbrush Ala Bangil

bangil-bordir-airbrushLiputan6.com, Bangil : Bordir pada pakaian biasanya dipadupadankan dengan aneka warna benang atau manik- manik. Tapi di Bangil, Jawa Timur, ada seorang perajin bordir yang mengaplikasikan bordir dengan teknik semprotan cat atau airbrush. Inilah tayangan Bedah Usaha SCTV edisi Senin (19/8/2013).

Salah satu rahasia agar usaha tetap bertahan dan terus berkembang di tengah persaingan adalah inovasi. Upaya inilah yang dilakukan Saiful Hadi, salah satu perajin pakaian bordir di Bangil.

Bangil sejak lama dikenal sebagai sentra produksi bordir. Kota ini bahkan punya julukan Bang Kodir atau Bangil Kota Bordir. Saiful sudah puluhan tahun menekuni usaha rumahan ini bersama sang istri.

Banyaknya perajin atau pengusaha bordir di Bangil membuat Saiful harus memutar otak untuk dapat bertahan dan mengembangkan usahanya. Awalnya ia hanya menambahkan bordir dengan hiasan manik-manik. Lanjutkan membaca Bordir Airbrush Ala Bangil

Iklan

Ke Bangil Ibu Ani Beli Souvenir untuk Raja Brunei

Pasuruan (beritajatim.com) – Ibu Negara Ani Yudhoyono memborong sejumlah produk rumah busana Faiza Bordir di Jl Bader 27 Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (2/5/2013).

Selain home decoration, Ani Yudhoyono juga memborong kebaya batik bordir koleksi terbaru Faiza Bordir. “Yang dibeli hampir semua produk kami. Dari mulai kebaya yang ekslusif sampai home decoration. Bahkan ada pemesanan jumlah banyak sekali,” kata Hj Fais Yunianti, pemilik rumah busana Faiza Bordir.

Diantara produk kerajinan bordir yang dibeli Ani Yudhoyono, beberapa produk ini nantinya akan dijadikan cindera mata untuk Raja Brunai Darussalam. “Berapa ya, kalau rupiahnya kami belum bisa menghitung. Karena yang dipesan yang pertama juga untuk souvenir Raja Brunai Darussalam untuk acara kenegaraan di Cekeas,” jelasnya. Lanjutkan membaca Ke Bangil Ibu Ani Beli Souvenir untuk Raja Brunei

Puluhan Hewan Reptil dilepas ke Alam Bebas

ForebalBertempat di paseban alun-alun Bangil Minggu pagi kemarin (28/4) punggawa Forebal (Forum Reptil Bangil), menggelar ulatahnya yang pertama. Dalam giat perayaan ultahnya ke satu tersebut selain mengundang para komunitas penyanyang hewan reptil di Bangil, juga di undang pula komunitas pencinta reptil dari luar kota yakni dari Gresik-Jawa Timur.
     Tak pelak acara yang digelar tersebut membuat banyak masyarakat yang pagi itu berada di alun-alun Bangil ikut serta dalam rangkaian acara tersebut. Tak kurang dari ratusan binatang dipamerkan pada acara tersebut yakni ular dari berbagai jenis dan ukuran baik yang berbisa maupun tak berbisa, biawak,musang,iguana,kura-kura,kukang atau kus-kus. Kesemua binatang tersebut dipamerkan sesuai dengan kreteria kejinakannya masing-masing.
     Menurut Arifian 25 Th warga Bangil yang menjabat sebagai pelindung komunitas hewan reptil ini menerangkan ,” kami sengaja melakukan giat ultah “forebal” dimuka umum seperti ini, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui bahwa hewan ini tidak sepatutnya dimusuhi atau dibunuh tanpa alasan yang jelas dan hanya untuk pelampiasan berburu saja. Keberadaan hewan ini diciptakan untuk keseimbangan alam, apabila hean reptil seperti ini selalu diburu maka dapat dipastikan keseimbangan alam akan rusak dan yang terpenting yakni keberadaannya akan segera musnah dari muka bumi. Padahal tidak seluruh tanah dimuka bumi ini memiliki jenis reptil seperti di Indonesia.Contoh nyata adalah kukang (kus-kus)yang saat ini keberadaan sudah sangat jarang sekali ditemukan. Selain menggelar acara ultah kami juga akan memberikan pelajaran pada masyarakat bagaimana mengatasi hewan reptil liar yang ada dialam bebas baik menangkap maupun menjinakkannya, ungkap Arifian yang juga seorang Bintara Polri yang berdinas di Mapolres Pasuruan. Lanjutkan membaca Puluhan Hewan Reptil dilepas ke Alam Bebas

Ribuan Siswa Melukis di Atas Cobek

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa MTSN Bangil mengikuti lomba melukis nama Nabi Muhammad, yang digelar oleh pihak sekolah, Jumat (3/2/2012).


Uniknya, lomba melukis lafadz nama nabi ini bukan di atas buku gambar atau pun kain kanvas. Namun, para siswa-siswi tersebut justru melukis lafadz nama nabi Muhammad di atas cobek. Melukis di atas cobek bagi sebagian siswa adalah gampang-gampang susah. Sebab, ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan serta ketelitian.

Siswa Kelas 9 MTSN Bangil Ifa Nur Cahyani menuturkan, lukisan lafadz yang dibuatnya memakan waktu hingga 2 hari. “Ya gampang-gampang sulit sih. Soalnya ini buatnya dari kertas. Buatnya ini, memakan waktu hingga dua hari. Ini dalam rangka peringatan maulid nabi. Rencananya nanti juga akan dilombakan,” kata Ifa Nur Cahyani.

Pihak sekolah memilih cobek sebagai media lukis para siswa, dengan harapan agar eksistensi cobek lebih dikenal di zaman yang serba modern. Tak hanya itu, eksistensi cobek di zaman modern saat ini juga diharapkan tidak tersingkirkan dengan banyaknya alat-alat rumah tangga yang kini banyak beredar di pasaran.

“Cobek untuk orang-orang kampung itu, punya nilai tersendiri lah. Orang kampung itu, kalau acara Maulud, biasanya makanan ditaruh di atas cobek. Karena ini dunia pendidikan, makanya saya mengajak anak-anak untuk berkreasi. Tujuannya, agar cobek ini lebih dikenal oleh anak-anak sekarang,” terangf Toni Jakfar, Guru Kesenian.

sumber: beritajatim.com

Panggung Sejarah

Walaupun termasuk kota kecil, Bangil ternyata memiliki catatan sejarah panjang yang mengagumkan. Simak saja tulisan Benny G. Setiono dibawah ini yang disadur dari inti.or.id mengenai Pasang Surut Hubungan Tionghoa-Islam Dalam Panggung Sejarah Indonesia.

( Disampaikan dalam Seminar “Kontribusi Tionghoa Dalam Penyebaran Islam di Indonesia, yang dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2005 di Aula Kantor DPP Golkar Jl Anggrek Nelly Murni, Slipi- Jakarta Barat ).

Awal kedatangan orang Tionghoa.
Keberadaan orang-orang Tionghoa yang pertama kali di Nusantara sebenarnya tidak jelas. Dugaan selama ini hanya berdasarkan hasil temuan benda-benda kuno seperti tembikar Tiongkok di Jawa Barat, Lampung, daerah Batanghari dan Kalimatan Barat maupun yang disimpan di berbagai kraton dan genderang (genta) perunggu Dongson di Jawa, Bali dan dataran Pasemah, Sumatera Selatan.

Fa Hian seorang pendeta dari Tiongkok mengunjungi pulau Jawa dalam perjalanannya ke India antara tahun 399 sampai 414.. Pengalamannya di tulis dalam buku Fahuek,seratus tahun kemudiani Sun Yun dan Hwui Ning mengikutinya dengan melakukan ziarah dari Tiongkok ke India.

Pada tahun 671 Pendeta I-tsing berangkat dari Canton ke Nalanda melalui Sriwijaya. Seluruh pengalamannya diuraikan dengan cermat dalam bukunya Nan Hai Chi Kuei Fa Ch’uan dan Ta T’ang Si Yu Ku Fa Kao Seng Ch’uan. Pendeta I Tsing mengembara di luar Tiongkok selama 25 tahun. Ia kembali ke Kwangtung pada pertengahan musim panas pemerintahan Cheng Heng (tahun 695) dengan membawa pulang 4.000 naskah yang terdiri dari lima ratus ribu sloka. Dari tahun 700 sampai 712 ia menterjemahkan 56 buku dalam 230 julid. Hingga abad ke VII hanya pendeta Buddha Tionghoa yang melakukan perjalanan ke India yang mengunjungi Sriwijaya.
Menurut catatan yang ada, orang-orang Tionghoa mulai berdatangan ke Indonesia pada abad ke IX yaitu pada zaman dinasti Tang untuk berdagang dengan membawa barang-barang kerajinan seperti barang-barang porselen, sutera, teh, alat-alat pertukangan, pertanian dsbnya untuk ditukar dengan hasil-hasil pertanian terutama rempah-rempah, sarang burung walet,gambir, bahan obat-obatan dsbnya. Mereka yang sebelumnya hanya menunggu pedagang-pedagang asing yang datang ke Canton dengan menggunakan kapal-kapal Persia kemudian tertarik untuk melakukan perdagangn sendiri ke negara-negara Laut Selatan (Nanyang). Lanjutkan membaca Panggung Sejarah

Panggilan

“Jika Allah SWT mengizinkan kami akan pergi untuk beribadah haji. Saya ke sana naik becak, karena hanya itu yang saya miliki….”

Begitulah sepenggal kata-kata yang keluar dari mulut Kusno Hadi seorang kakek 23 cucu, salah seorang yang punya niatan berangkat haji menggunakan becak. Sedangkan satu orang lagi menggunakan sepeda pancal. Mahalnya ongkos naik haji mungkin menjadi salah satu alasan bagi mereka. Berita selengkapnya bisa dibaca disini.

Subhanallah…… Kalo Allah berkehendak, apapun bisa terlaksana. Ternyata ini juga menjadi sebuah sindiran bagi kita-kita yang mampu menunaikan haji, namun “menyisihkan panggilan” itu.

Kemarin sepertinya mereka sudah mulai melakukan perjalanannya. Semoga saja niatan kedua orang itu terlaksana dengan baik dan mendapat ridho-Nya. Dan bagi kita-kita juga segera mendapat kekuatan dan kemampuan untuk segera menunaikan rukun Islam yang kelima. Amiin…

* Gambar dari sini *

Pesta Rakyat

Hari Selasa kemarin adalah hari hari yang menentukan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Saatnya bangsa Indonesia kembali memilih sosok pemimpin bangsa yang pantas mengemban amanah rakyat Indonesia untuk 5 tahun kedepan. Tak ketinggalan masyarakat Bangil pun sepertinya menyambut dengan antusias moment yang katanya pesta demokrasi bagi bangsa ini.

Jalanan Bangil terlihat relatif sepi dan lengang, seperti yang terlihat di jalan2 protokol saat jam masih menunjukkan pukul 8-an. Sepertinya Wong Bangil masih sadar nyontreng 😆 . Kampung-kampung terasa lebih bergairah. Wajah-wajah ceriah pun hilir mudik, berduyun-duyun mendatangi TPS. Namun tak sedikit juga yang mengaku golput. Ada beragam alasan yang membuat mereka menjadi golput. Dari sikap skeptis hingga gak bisa nyontreng karena gak ber-KTP di daerah yang bersangkutan.

Dari quick count yang diadakan berbagai lembaga survey, ternyata calon incumbent P. SBY masih menempati posisi teratas. Meski pun pengumuan resmi dari KPU belum turun, sepertinya tinggal menunggu waktu aja untuk mengesahkan P. Sby menjadi still the next president untuk periode 2009-2014. Terlepas siapapun nanti yang dikukuhkan menjadi Presiden dan wakil presiden, Bangil harus tetap all out. Tetap semangat tuk selalu menyelaraskan nadi kehidupan. Menjadi kota yang dapat dibanggakan, dengan atau tanpa bantuan pemerintah pusat.

*Foto: diambil dari pertigaan depan depot rahmat.