Bangkodir di Jawa Timur?

“Bangkodir” ini bukanlah siapa-siapa. Dan bukan teman dari bang toyib. “Bangkodir” hanyalah sebuah akronim dari “Bangil Kota Bordir”. Dikota ini terdapat berbagai macam busana dengan berbagai macam bordiran yang mempesona. Bangkodir ini terdapat di kecamatan bangil kabupaten pasuruan, Jawa Timur. Sebutan “bangkodir” ini diresmikan pada tahun 2005 oleh pemerintah kabupaten pasuruan dan mendapat Rekor MURI disertai fashion show sepanjang 1 KM. Bangil sendiri terletak di akses jalan dari surabaya menuju banyuwangi dan bali. Serta mempunyai jalur alternatif yang bisa menghubungkan kita dengan cepat menuju pandaan , sukerejo, dan malang. Bangil sendiri hanyalah sebuah kecamatan tetapi mempunyai tenaga kerja yang ahli dalam membordir busana. Baik busana pria, busana muslim, sampai dengan baju anak-anak yang di bordir dengan berbagai macam bentuk. Selain itu bangkodir merupakan nama even super bazar tahunan yang diadakan oleh pengrajin kerajinan bordir di bangil, Jawa Timur. Pada tahun 2005, “bangkodir” menjadi even yang sangat besar dengan memamerkan berbagai macam kerajinan bordir. Dinamakan bangkodir karena berawal dari kegelisahan pemerintah bangil yang pada saat itu penghasil kerajinan bordir di bangil sangat banyak bahkan mereka sampai mengekspor kerajinan tersebut ke mancanegara. Tetapi karena volume produksi yang besar tersebut tidak membuat kota bangil dan pasuruan menjadi besar. Sebab, bangil hanyalah sebuah daerah produksi tetapi tidak mempunyai brand. Lanjutkan membaca Bangkodir di Jawa Timur?

Habib Kramat Bangil

Habib Abdullah bin Ali Al-Haddad adalah seorang ulama besar pada zamannya. Ia menuntut ilmu dari beberapa ulama, kuat beribadah, dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ulama yang dikenal sangat alim, dan karenanya dikenal sebagai waliyullah itu lahir pada 4 Safar 1261 Hijriyah atau 12 Februari 1840 M. di kota Hawi, Tarim, Hadramaut, Yaman.

Habib Abdullah yang di Indonesia lebih populer dengan sebutan Habib Kramat Bangil, terkenal di kalangan muslimin sebagai ulama yang konsisten memperjuangkan kebenaran. Di masa hidupnya, tak jemu-jemunya ia mengajak umat untuk selalu hidup di jalan yang benar, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunah Rasul.

Habib Abdullah juga menulis sejumlah kitab, yang tidak hanya kitab-kitab agama, tapi juga menulis syair yang bermuatan hikmah. Kumpulan syairnya di bukukan dalam diwan (antologi) berjudul Qalaid al-Lisan fi Ahl al-Islam wa Al-Iman.

Kitab yang ia tulis antara lain, Suliamuthalib li alal Muratib, Syarah Ratib Haddad, Hujjatul Mukminin  fi Tawasul Bisayid al-Mursalin, dan kitab Maulid Al-Haddad, dan lain-lain. Sebagai penghormatan kepadanya, setiap tanggal 27 Safar digelar acara Haul di makamnya di Sangeng Kramat Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Ia dibesarkan dalam keluarga yang akrab dengan nuansa kenabian, kewalian, dan keilmuan. Sejak kecil ia mendapat bimbingan membaca, mempelajari dan menghafal Al-Qur’an dari ayahnya, Habib Ali bin Hasan Al-Haddad, sehingga alam pikirannya selalu terpaut pada Al-Qur’an. Lanjutkan membaca Habib Kramat Bangil

Puluhan Hewan Reptil dilepas ke Alam Bebas

ForebalBertempat di paseban alun-alun Bangil Minggu pagi kemarin (28/4) punggawa Forebal (Forum Reptil Bangil), menggelar ulatahnya yang pertama. Dalam giat perayaan ultahnya ke satu tersebut selain mengundang para komunitas penyanyang hewan reptil di Bangil, juga di undang pula komunitas pencinta reptil dari luar kota yakni dari Gresik-Jawa Timur.
     Tak pelak acara yang digelar tersebut membuat banyak masyarakat yang pagi itu berada di alun-alun Bangil ikut serta dalam rangkaian acara tersebut. Tak kurang dari ratusan binatang dipamerkan pada acara tersebut yakni ular dari berbagai jenis dan ukuran baik yang berbisa maupun tak berbisa, biawak,musang,iguana,kura-kura,kukang atau kus-kus. Kesemua binatang tersebut dipamerkan sesuai dengan kreteria kejinakannya masing-masing.
     Menurut Arifian 25 Th warga Bangil yang menjabat sebagai pelindung komunitas hewan reptil ini menerangkan ,” kami sengaja melakukan giat ultah “forebal” dimuka umum seperti ini, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui bahwa hewan ini tidak sepatutnya dimusuhi atau dibunuh tanpa alasan yang jelas dan hanya untuk pelampiasan berburu saja. Keberadaan hewan ini diciptakan untuk keseimbangan alam, apabila hean reptil seperti ini selalu diburu maka dapat dipastikan keseimbangan alam akan rusak dan yang terpenting yakni keberadaannya akan segera musnah dari muka bumi. Padahal tidak seluruh tanah dimuka bumi ini memiliki jenis reptil seperti di Indonesia.Contoh nyata adalah kukang (kus-kus)yang saat ini keberadaan sudah sangat jarang sekali ditemukan. Selain menggelar acara ultah kami juga akan memberikan pelajaran pada masyarakat bagaimana mengatasi hewan reptil liar yang ada dialam bebas baik menangkap maupun menjinakkannya, ungkap Arifian yang juga seorang Bintara Polri yang berdinas di Mapolres Pasuruan. Lanjutkan membaca Puluhan Hewan Reptil dilepas ke Alam Bebas

Sepeda Ontel dari Kayu Buatan Pasuruan

915032Pasuruan Bersepeda menggunakan sepeda ontel merupakan hobi. Apalagi, jika sepeda ontel itu unik dan antik, berbeda dari pada umumnya. Di Pasuruan ada sepeda ontel yang terbuat dari bahan limbah kayu.

Chairil Anwar (52), warga Kalirejo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan ini adalah termasuk salah satu perajinnya. Di tangannya, limbah-limbah kayu pabrikan pun dapat disulapnya menjadi uang. Bahkan ia pun dapat menghidupi istri dan anak-anaknya.

Selain hemat biaya lantaran tidak harus membeli BBM, sepeda ontel ini juga ramah lingkungan atau anti polusi udara karena tidak mengeluarkan emisi. Tak hanya itu, sepeda ini juga harganya tidak terlalu mahal alias dapat terjangkau kantong kita, karena hanya sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu. Lanjutkan membaca Sepeda Ontel dari Kayu Buatan Pasuruan