Terapkan Strategi Bottom Up

Sehari setelah dilantik sebagai kepala MTsN Bangil, Alfan Makmur tidak mau hanya diam. Dia berusaha merangkul semua komponen di lingkungan MTsN ini ketika ditinggal pensiun pendahulunya, Makruf Ihsan.

Sebagai kepala madrasah yang relatif muda, Alfan berusaha njawani para guru senior. “Saya sadar, banyak guru-guru senior di MTsN Bangil ini. Bahkan, banyak juga yang jadi guru saya. Makanya, saya berusaha menerapkan strategi bottom up (dari bawah) untuk menyerap aspirasi mereka,” ujar Alfan Makmur saat ramah tamah dengan para guru MTsN Bangil di salah satu warung lesehan, kemarin (10/6).

Sebagai pimpinan madrasah, Alfan memang dituntut punya peran penting dalam dinamisasi MTsN Bangil. Sejak madrasah setingkat SMP ini pernah mencuat lewat aksi demonstrasi dua kubu, beberapa tahun silam, Makruf Ihsan hadir sebagai penawar.

Pria asli Bangil ini mencoba menetralisir keadaan. Dan selama beberapa pekan ke kemudian, kondisi MTsN Bangil menjadi kondusif. Sehingga, pembangunan fisik dan non fisik ketika dikendalikan Makruf Ihsan cukup dinamis.

“Saya harus junjung tinggi keberhasilan yang sudah dicapai Pak Makruf. Saya berusaha meneruskan menjadi lebih baik,” tegas kelahiran Kidul Dalem Bangil, 18 September 1968 ini.

Sebagai sosok muda, Alfan sadar dirinya punya semangat mencapai cita-cita MTsN Bangil sebagai sekolah inovatif. Untuk mencapai tekad itu, tentu diperlukan sebuah SDM (Sumber Daya Manusia) andal.

“Terus terang tantangan ke depan yang cukup berat adalah soal kualitas SDM. Dan inilah juga menjadi skala prioritas kami bersama teman-teman di MTsN mencapai hal itu,” tegasnya.

Salah satu satunya adalah memacu para guru meningkatkan diri sesuai kualifikasinya. Minimal, guru pengajar sesuai dasar keilmuannya. Selanjutnya, guru juga diajak lebih punya inovasi dengan penguasaan bidang Imtaq dan Iptek.

“Ke depan, kami sudah punya konsep untuk keberadaan asisten guru. Ini akan membantu guru dalam men-drill anak-anak. Bahkan, kalau bisa kita cetuskan forum belajar intensif (FBI),” terangnya.

Forum ini, lanjut lulusan S2 magister manajemen STIE Mahardika Surabaya ini, bisa menjadi nilai buat keilmuan siswa. FBI bisa menjadi pilihan anak intensif belajar, dari pada les di lembaga pendidikan di luar sekolah yang malah tidak hemat.

“Ini juga perlu kami bicarakan dengan wali murid. Dari pada les di luar dan biayanya lebih mahal, mending kita kelola sendiri. Tentunya dibarengi prasarana yang memadai dan kualitas guru mumpuni,” terangnya. (day/jm)

Sumber: jawapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s