Tiga Wilayah Bangil Terendam

Banjir Kiriman Datang Ketika Air Laut Pasang

Hujan deras selama semalam kemarin (26/5) di Pandaan, Prigen dan Purwosari membuat sebagian wilayah Bangil Utara terancam. Tiga wilayah yaitu Kradenan, Kelurahan Manaruwi; Bandaran, Kelurahan Kalianyar dan Desa Masangan, kemarin terendam.

Kondisi ini diperparah dengan pasang air laut sejak pukul 08.00 sampai 10.00 WIB. “Kalau orang sini bilang, air laut sedang rob (pasang, Red). Makanya air kiriman ini lama surutnya,” ujar Kusri, ketua RT 04 Desa Masangan, Bangil, kemarin. Di RT-nya, Kusri menyatakan ada 48 rumah yang sempat terendam.

Banjir sendiri terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Sementara air kiriman sudah terlihat sejak Subuh. Namun, air baru menggenangi rumah warga, ketika sungai Masangan meluap sekitar pukul 06.00 WIB. “Tapi kami tadi sekolah kok. Meskipun banjir. Pas pulang, kami main air,” ujar Roni, siswa SDN Masangan.

Bagi bocah SD dan juga MI di Masangan, banjir kali ini termasuk memiliki rentang waktu lama. Dibanding saat bulan Januari sampai Maret lalu, banjir kali ini hanya terjadi di wilayah-wilayah tertentu. “Kalau dulu, banjirnya merata. Sekarang hanya di Masangan dan Kradenan. Mumpung banjir, kita main semua,” cetus Hamid, bocah lainnya.

Banjir di Masangan ini tidak sampai menggenangi kelas-kelas di sekolah. Banjir ini hanya menggenangi puluhan rumah. Hanya, banjir sempat merusak jembatan penghubung dan plengsengan yang menjadi penguat bibir sungai.

“Mas, jangan terlalu ke sana. Plengsengannya sudah ambrol,” pinta salah satu ibu ketika melihat beberapa wartawan melintasi lokasi banjir. Winda, salah satu warga yang rumahnya kebanjiran mengaku kaget dengan banjir dadakan ini.

Sebab, bulan ini biasanya sudah memasuki musim kemarau. “Tapi kok masih banjir juga. Makanya, sejak pagi kita bersih-bersih rumah,” tegasnya. Kondisi serupa juga dialami warga di wilayah Bandaran, Kelurahan Kalianyar.

Di daerah langganan banjir ini, sebanyak 120 rumah tergenang. Warga juga sudah menyadari sejak kemarin malam, ketika hujan deras di wilayah Pandaan, Prigen dan sekitarnya. “Kalau di atas hujannya nggak berhenti-henti berarti alamat (pertanda akan banjir, Red),” terang Mat Hasan, warga Bandaran.

Begitu pula dengan warga di Kradenan, Manaruwi. Sebanyak 90 rumah sempat digenangi banjir kiriman itu. Meski hanya sehari, air bah ini membuat warga harus kerja bakti membersihkan rumahnya.

Camat Bangil Agus Pudjianto mengakui, tiga wilayahnya tergenang air bah. “Tapi pada pukul 15.00 WIB tadi (kemarin), air sudah surut. Dan warga bisa beraktivitas normal lagi,” terang Camat Agus. (day/jm)

Sumber:  jawapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s