Gelar Sispres Tingkat Bangil

UPTD Pendidikan Bangil melakukan seleksi siswa berprestasi (Sispres), kemarin. Sebanyak 26 SD ikut berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Setelah melalui beragam tes, dua siswa ditetapkan mewakili Bangil ke tingkat Kabupaten Pasuruan. Keduanya yaitu, Sabron Jamil dari SDN Kidul Dalem I dan Eka Jenie Anggasari dari SDN Kalirejo.

Selama Sispres, setiap SD bisa mendaftarkan satu siswa putra dan satu putri. Mereka akan diuji kemampuannya dalam tes akademik, wawancara dan tes kecakapan atau keterampilan. Selain itu, data pendukung atau porto folio berupa prestasi di tingkat sekolah, kecamatan sampai provinsi juga ikut mendukung penilaian.

Sispres sendiri digelar di SDN Kiduldalem 1 Bangil. Dewan juri yang dihadirkan sebanyak 12 orang. Mereka berasal dari perwakilan kepala sekolah SD dan kalangan guru. “Lomba ini untuk mencari siswa berprestasi di Bangil dan akan kita kirimkan ke tingkat kabupaten,” ujar Ketua Panitia Seleksi Lomba Sispres, Susanto Dwi Laksono, kemarin.

Selama tes di bidang akademik, para siswa wajib mengerjakan tes tulis untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, PKn, IPS, IPA, Matematika dan Bahasa Inggris. Bentuk tesnya, berupa 60 soal pilihan ganda dan 20 soal isian. “Kalau siswa menjawab benar semua, maka nilai maksimal yang juri berikan sebesar 100,” ujarnya.

Dari 26 peserta ini, para juri kemudian mengambil 10 besar siswa untuk dites wawancara. Tes wawancara meliputi kepemimpinan atau kepribadian, bahasa Inggris baik interview maupun conversation (percakapan). “Untuk tes wawancara, nilai maksimalnya 20 poin,” cetusnya.

Jika peserta berhasil melewati tahap dua, para juri akan mengumumkan siswa yang masuk dalam enam besar. Berarti ada 12 siswa dari enam lembaga sekolah yang mewakili. Artinya, ada harapan bagi siswa yang masuk enam besar ini mendapatkan penghargaan. Mulai dari juara I, II, III, harapan I, harapan II dan harapan III.

Nah, saat masuk ke posisi enam besar inilah, 12 siswa ini akan dites oleh dewan juri di bidang kecapakan dan keterampilan. Di tahapan ini, para siswa diberikan tiga pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hanya, setiap pilihan punya konsekuensi nilai sendiri-sendiri.

Pilihan pertama, kelompok baca puisi, pidato, mendongeng, menyanyi atau melawak. Nilai yang akan diberikan dewan juri di pilihan pertama ini hanya 10-15. Lalu, pilihan kedua, kerajinan tangan, menyulam, menganyam atau melukis. Rentang nilai di pilihan ini antara 15-20.

Dan pilihan ketiga memiliki penilaian tertinggi, yakni antara 20-25. Di pilihan ketiga ini siswa harus menunjukkan kemampuannya dalam bermain musik, menari, teknologi tepat guna, rancang bangun, elektronika atau komputer (ICT).

Selain itu, para peserta juga harus menyertakan porto folio. “Kalau porto folio punya nilai maksimal 55, maka kalau digabungkan semua tahapan, nilai yang diraih peserta maksimal mencapai 200,” terangnya.

Setelah diakumulasi oleh dewan juri, akhirnya ada dua siswa yang berhak mewakili Bangil ke seleksi tingkat Kabupaten Pasuruan. Juara I putra diraih Sabron Jamil, siswa Kidul Dalem I dengan nilai kumulatif 155,05.

Lalu, juara I putri diraih siswa SDN Kalirejo, Eka Jenie Anggasari dengan total nilai 154,50. Saat masuk enam besar, Sabron memilih pilihan ketiga dengan membuat rancang bangun alat dispensi untuk mengurai cahaya. Begitu pula dengan Eka Jenie. Siswi keturunan Malaysia ini membuat flip flop dari bidang elektronika. (day/hn)

Sumber: jawapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s