Berkarat, Tugu Selamat Datang Bangil

Kota Bangil kini tengah semangat menggelorakan penilaian kedua Adipura. Namun, ada yang terlupakan soal sarana yang biasa dilihat para pengguna jalan. Itu menyangkut keberadaan tugu masuk Kota Bangil yang tak bertanda ucapan Selamat Datang.

Tanda ucapan Selamat Datang di Kota Bangil Kota Bordir (Bangkodir) yang dulu sempat mentereng, kini tak ada lagi. Yang ada hanya batangan besi tua yang sudah karatan. Di badan tugu hanya tertampang logo Pemkab Pasuruan dan logo perusahaan.

Artinya, jika ada penguna jalan yang masuk wilayah Bangil tidak begitu terasa keberadaan mereka. Apakah tengah masuk wilayah peraih Adipura itu atau tidak. “Rasanya sama saja. Masuk Bangil atau wilayah lain tak ada bedanya,” terang Lukman, pengguna jalan raya yang sempat memarkirkan mobilnya di depan Stadion Pogar Bangil.

Dia adalah warga Gempol yang hampir setiap hari pulang pergi bisnis di Pasuruan. Lukman melihat salah satu sarana yang tidak digarap serius adalah tugu pembatas.

Menurutnya, sebagai kota peraih Adipura kali kedua dan tahun ini ingin mempertahankan, seharusnya Bangil sudah menyiapkan secara maksimal. “Saya nggak perlu membandingkan dengan kota yang jauh. Minimal ya seperti Kota Probolinggo yang di sisi jalannya ada taman. Di depan pintu masuk sudah terlihat tugu Selamat Datang di Kota Probolinggo,” tegas Lukman membandingkan.

Selain tugu, suasana masuk ke wilayah Kota Bangil juga seharusnya berbeda. Tatanan tanaman, penertiban PKL dan juga infrastruktur jalan harus tertata maksimal. “Jadi, harus beda ketika saya masuk Beji dengan masuk Bangil. Kalau sama saja, ya percuma dikatakan peraih Adipura,” cetusnya.

Terkait tugu pembatas masuk wilayah Bangil ini sebenarnya juga sudah mendapat atensi dari pihak terkait. Camat Bangil, Agus Pudjianto mengaku saat ini pihaknya mempersiapkan penilaian Adipura dari sisi menggerakkan masyarakat. “Untuk fasilitas itu biasanya ada yang mengurusi sendiri. Mungkin Pak Luly (Kepala BLH) tahu soal itu,” terang Camat Agus, kemarin.

Luly Noermadiono, kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan yang dihubungi terpisah menyatakan, pihaknya sudah mengkoordinasikan dengan Dinas Cipta Karya. “Kita akan renovasi akhir bulan April. Atau paling lambat awal Mei,” terang Luly.

Kenapa kok lama? Menurut mantan kepala Dinas Perijinan dan Penanaman Modal ini, untuk pembangunan fisik atau jasa konstruksi, memang ada tahapan dan prosedurnya. “Harus ada tahap perencanaan teknis dan perhitungan RAB-nya (Rencana dan Anggaran Biaya),” tegas Luly. (day/jm)

Sumber: jawapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s