Gubernur Kalsel pun Hadir

Ribuan orang sejak pagi hingga siang kemarin memenuhi pondok pesantren Datuk Kalampaian, Kauman Bangil. Mereka yang datang dari beberapa kota di Jatim bahkan ada yang dari Kalimantan itu datang untuk berdoa dan tahlil bersama pada haul ke-20 KH Muhammad Syarwani Abdan.

Deretan bus dan kendaraan pribadi sudah berjajar sepanjang Pegadaian sampai Alun-Alun Bangil. Mereka khidmat berdoa bersama untuk haul guru yang mereka cintai, KH Muhammad Syarwani Abdan.

Di kalangan masyarakat Banjar, Kalimantan, Kiai Syarwani dikenal sebagai tuan guru Bangil. Ulama besar yang lahir di Kampung Melayu Hilir, Martapura Kalsel pada 1913 ini dikenal memiliki kharisma sebagai tokoh besar. Tak tanggung-tanggung, setiap tahun haul digelar, ribuan jamaah dari tanah Banjar rela merantau ke Bangil.

Para jamaah sudah hadir sejak Sabtu malam . Mereka mendoakan Kiai Syarwani dengan bacaan tahlil, mereka juga takziyah ke makamnya di Jl Daur, Kauman Bangil. Puncak acara dipungkasi Mauidlotul Hasanah oleh Habib Jindan asal Jakarta.

Dan pagi hari kemarin, para jamaah mengikuti puncak acara. Mereka rata-rata berpakaian serbaputih. Mereka sudah memenuhi halaman sepanjang Jl Mujaer, Kauman. Bahkan, lautan jamaah sampai meluber hingga Masjid Agung Bangil.

Karena, banyaknya jamaah yang hadir, pihak panitia mencoba untuk membantu dengan sarana televisi. Hal ini agar jamaah bisa lebih khusyuk menyimak acara yang dilangsungkan di halaman Ponpes Datuk Kalampaian itu. Ponpes dari KH Muhammad Syarwani ini kini diasuh putranya, KH Kasful Anwar. “Beliau adalah ulama besar yang disegani banyak orang,” ujar H Moh Yasin, salah satu panitia acara.

Kekaguman pada ulama besar ini bisa terbukti. Selain jamaah, tokoh-tokoh sekaliber Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudi Arifin dan Wagub Rosehan juga hadir. Selain itu, masih ada beberapa Bupati dari Kalsel. Seperti Bupati Banjar Gusti Khaerul Saleh, Wabup KH Hatim Salman. Lalu, Bupati Tapin, Bupati Rantau dan Bupati Tanah Laut. Hadir pula dalam kesempatan itu Bupati Pasuruan, Dade Angga.

“Kami yang jauh dari seberang sana merasa perlu untuk hadir di majelis ini. Hal ini dalam rangka untuk ikut mendoakan bersama pada haul tuan guru kami, KH Muhammad Syarwani Abdan,” ujar Gubernur Kalsel, Rudi Arifin dalam sambutannya, kemarin.

Dari catatan sejarah, Kiai Syarwani dikenal sebagai kiai yang memiliki tingkat keilmuan agama yang tinggi. Sejak kecil, ia diasuh oleh pamannya, KH Kasful Anwar. Nama sang paman kini melekat pada nama putra tertuanya yang kemarin berstatus sebagai sohibut bait.

Ketika usia muda, Kiai Syarwani dibawa sang paman menimba ilmu di Makkah Al-Mukarromah. Bersama sepupunya, Moh Sya`roni Arif, Kiai Syarwani dikenal tekun dalam mendalami ilmu agama. Ia belajar dengan beberapa Syekh dan Habaib di kota suci itu. Di antaranya, pada Syekh Maliki, Moh Al-Arobi, Abdullah Al-Bukhori dan yang lainnya.

Tak heran, ketika menimba ilmu dari Makkah, Kiai Syarwani sudah mulai mendalami ilmu Alquran, bahkan menghafalkannya. Ia sempat mendirikan majelis Taklim di Bangil pada 1943 dengan terlebih dulu berguru dengan ulama Mesir, Syeh Mursyidi.

Kharisma Kiai Syarwani membuncah sampai di kalangan masyarakat Banjar. Putra dari pasangan HM Abdan-Hj Halimatus Sa`diyah ini dikenal sebagai keturunan ke VII dari ulama besar dari Banjarmasin, Syekh Moh Arsyad. Ketika sempat bermukim di Banjar, Kiai Syarwani juga pernah diminta kalangan institusi negara untuk menjadi Qodli (hakim). Namun, ia menolak karena dirasa pekerjaan itu akan mengikat. Ia pun memilih untuk lebih nikmat dekat dengan masyarakat.

Baru pada 1950 an, Kiai Syarwani bertekad untuk memboyong keluarganya untuk menetap di Bangil. Kota kecil di Jawa Timur itu dianggap sebagai tempat yang layak untuk bisa mengabdikan diri. Meski memiliki kharisma yang besar sebagai ulama, almaghfurlah kiai Syarwani dikenal memiliki performa yang sederhana. Penuh tawaduk.

Hal itu terlihat pada kehidupan keseharian. “Pernah ada beberapa ulama di Jatim yang ingin memecahkan masalah. Para ulama ini sempat ke kiai di Pasuruan, namun diarahkan ke Kiai Syarwani. Nah, pada saat menghadap kiai Syarwani, para ulama ini belum sempat bertanya, namun Kiai Syarwani sudah tahu apa yang ditanyakan, berikut jawabannya,” kisah Marzuki, salah satu jamaah yang setiap tahun menghadiri haul KH Muhammad Syarwani ini. (day)

Sumber: jawapos.co.id

One thought on “Gubernur Kalsel pun Hadir”

  1. Wah, rame dong. Aku sebagai “urang” banjar lebih melihat acara seperti untuk mempererat silaturahmi antar umat muslim. Aku sendiri kurang memahami islam seperti pola pikir sebagian masyarakat banjar, karena aku memahami islam sebagai agama yang elastis tidak dogmatik, sejalan dengan rasio manusia pada batas-batas tertentu sebagaimana pemahaman para ulama2 Mu’tazilah.

    Salam dari tenggara kalimantan, yuk mampir ke http://www.imisuryaputera.co.nr

    salam kenal juga.. iya rame banget. Boleh kapan-kapan mampir bangil.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s