Didukung Keberadaan Kantor Strategis

PCNU Nilai Bangil Layak Jadi Ibukota

Wacana Bangil sebagai ibukota Kabupaten Pasuruan terus menggelinding. Selain pernah menjadi wilayah otonom dengan memiliki pendapa Kabupaten sendiri. Saat ini, infrastruktur Bangil juga sudah siap.

Tengok saja, beberapa kantor instansi vital ada di Bangil. Seperti, kantor DPRD, Polres, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan rumah tahanan (rutan). Selain itu, ada juga peninggalan bersejarah seperti alun-alun dan Masjid Agung. Belum lagi, RSUD baru dan mulai bergesernya kompleks perkantoran baru serta GOR di Raci.

“Dari sisi infrastruktur, sejarah dan tata cara yang lain, jelas Bangil memenuhi syarat sebagai ibukota Kabupaten Pasuruan,” ujar Syamsul Maarif, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil saat ditemui di kantornya, kemarin.

Dari sisi sejarah, Syamsul menilai jika Bangil pernah menjadi wilayah yang memiliki otoritas. Hal itu bisa dilihat dari bukti sejarah. Seperti pendapa Kabupaten yang hingga kini cagar budayanya masih dilestarikan. “Biasanya, yang namanya Kabupaten, itu tandanya ada alun-alun, lalu masjid dan KUA (Kantor Urusan Agama). Termasuk juga klenteng. Dulu KUA-nya persis di sebelah utara masjid,” cetusnya.

Selain itu, pembuktian secara historis juga dikuatkan dengan makam-makam kanjeng dan raden yang pernah menjadi panutan di Bangil. Ada Kanjeng Soendjotoningrat yang makamnya di belakang Masjid Agung. Lalu, Mbah Ismail atau yang dikenal dengan Mbah Bangil yang makamnya berada di belakang SMPN 2. serta makam raden-raden di Kenep Beji.

“Kami dari PCNU Bangil juga akan menganalisa dan menginventarisir bukti-bukti sejarah itu melalui tim. Kita ingin Bangil yang punya sejarah Kabupaten, bisa dibanggakan anak cucu kita,” tegasnya.

Hanya, lanjut Samsul wacana menjadikan Bangil sebagai Ibukota Kabupaten masih terganjal satu hal secara politis. Yakni, belum adanya keinginan kuat pemerintah daerah untuk mengembalikan pendapa Kabupaten ke wilayah Bangil. Saat ini, pendapa dan kantor Pemkab Pasuruan masih betah berada di Kota Pasuruan. Sehingga, secara ekonomis ‘menguntungkan’ Kota dari sisi pendapatan daerah.

Kalau jadi ditempatkan di Bangil, apakah tidak terkesan ada dikotomi antara barat-timur Kabupaten Pasuruan? Ketua PCNU yang juga guru SMPN ini menilai dikotomi itu harus diminimalisir. Upaya meminimalisir itu bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan potensi sesuai ciri khas daerah masing-masing.

“Justru kalau kita jeli, sebenarnya daerah Pasuruan bagian timur punya potensi sumber daya alam melimpah. Lekok dan Nguling punya lautan. Tosari punya pertanian luar biasa. Tutur buah-buahan apel yang khas. Ini yang seharusnya dimaksimalkan, sehingga tidak perlu ada kecemburuan,” cetusnya. (day)

Sumber: jawapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s