Lampu Lalin Tak Berfungsi

Kesadaran warga Bangil untuk tertib berlalu lintas perlu dipertanyakan. Pasalnya, mereka kerap melanggar peraturan lalu lintas. Misalnya, menerobos lampu lalu lintas (lalin), yang mestinya saat itu di posisi berhenti.

Dari pantauan Radar Bromo, lampu lalin dipasang di pertigaan Bangil. Mulai dua blok lampu yang menghadap ke utara, lalu ke barat, timur dan menjorok ke selatan. Namun, lampu lalin itu tidak dipatuhi pengendara. “Wong Bangil kok dikei tet..tettan, yo percuma (Orang Bangil kok dikasih lampu lalu lintas, ya percuma, Red),” seloroh Ayub, warga Kauman, Bangil.

Jangan heran, kalau hingga saat ini pertigaan Bangil tampak semrawut. Para pengendara dengan seenaknya memakai jalan raya. Misalnya, untuk belok, cukup menengok kanan dan kiri. Jikan tidak ada kendaraan melintas, langsung saja belok. “Dulu yang sulit diatur kendaraan dari arah utara. Kami sudah pasang dan menyalakan lampu ini. Tapi, tetap saja nerobos,” ujar I Gede Sukana, kepala pos lantas Bangil saat mengatur pengendara, kemarin.

Petugas pos lantas sendiri seringkali mengatur pengendara yang membandel. Mulai yang suka menerobos dengan belok seenaknya, sampai upaya penertiban helm.

Hanya, berkali-kali diterapkan operasi dadakan, tetap saja masih banyak yang melanggar. “Kalau kami tanya, kenapa kamu menerobos. Nggak pakai helm lagi. Dia menjawab, waduh wong cuma ke sini, pak,” ujar Gede sembari menceritakan sulitnya mengatur tertib berlalu lintas warga Bangil.

Padahal, lanjut Gede, dengan adanya lampu lalu lintas, minimal bisa mengatur jalan raya supaya lebih tertib. Pihak lalu lintas sendiri sempat menyalakan lampu dengan cara bergantian. Kadang memakai timer 10 sampai 15 detik atau mengaturnya dengan melihat frekuensi kendaraan. “Tapi, tetap saja sulit. Karena pas kita atur 10 detik, eh ternyata kendaraan yang berjejer dari wilayah barat sudah menumpuk. Memang ini dilematis,” keluh Gede.

Karena sering byar-pet, beberapa hari lalu, lampu lalin itu dipadamkan selamanya. Lampu. Hal ini membuat warga semakin sulit diatur dalam hal tertib berlalu lintas.

“Seharusnya lampu tetap dinyalakan. Selain itu, harus ada sanksi yang tegas. Kalau ada yang melanggar lampu lalu lintas, langsung tilang. Kalau tetap dibiarkan, ya sampai kiamat, Bangil akan tetap seperti ini,” ujar Rahmat, warga Bangil lainnya memberi solusi. (day)

Sumber: jawapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s