Pendapa Kabupaten Ada di Bangil

Bukti Lain Pernah Menjadi Ibu Kota

Bukti Bangil pernah menjadi ibu kota Kabupaten tidak hanya makam Bupati Bangil RT Soendjotoningrat. Namun, pendapa Kabupaten pernah dibangun di areal kompleks Plaza Bangil.

Hal itu dikatakan oleh Robiun, 70, orang yang pertama kali mendiami area Plaza Bangil. “Dulu di sini ada Pendapa Kabupaten. Terus di sebelah utara, ada rumah wedono (pembantu bupati). Selatannya kantor kawedanan. Dan sebelah baratnya pendapa ada kantor kecamatan Bangil. Jadi satu kompleks,” ujar Robiun yang kini bertempat tinggal di sebelah pojok timur Plaza.

Semasa masih anak-anak, pendapa Kabupaten Bangil berdiri megah. Ornamen bangunannya khas zaman Belanda. Di dalam pendapa ada 16 pilar di masing-masing pojok pendapa. Di bagian atas ketika masuk pendapa, ada ukiran kayu jati asli. “Ukirannya mirip dengan yang di masjid Jamik Bangil,” terangnya.

Bahkan, lanjut pria kelahiran Kolursari, Bangil, ini ketika Bupati Pasuruan dipimpin Djeliteng Soenjoto sekitar 1973, sempat ada konsep membangun kantor-kantor dinas dan lembaga pemerintahan daerah Kabupaten Pasuruan di Bangil. “Jadi, di sekeliling bekas pendapa Kabupaten Bangil ini, konsepnya untuk pembangunan dinas menjadi satu. Tapi, seiring dengan perubahan pimpinan daerah, konsep itu tak kesampaian,” tegasnya.

Pendapa Kabupaten di Bangil ini pernah dipugar di zaman Bupati Pasuruan Sihabuddin. Selain pendapa, pasar tradisional di Bangil juga dipindah. Perubahan infrastruktur Bangil di bawah kendali Sihabuddin banyak berubah. Dan kini, pendapa Kabupaten sudah dikelilingi pedagang baru di Plaza Bangil. “Dulu, sini ini masih ada pohon beringinnya. Terus ada SD Kiduldalem. Sekarang semuanya sudah pindah, setelah dipugar,” cetus pria lulusan Sekolah Rakyat (SR) ini.

Dengan menilik sejarah, Robiun merasa perlu memberi masukan buat pemerintahan daerah Pasuruan saat ini. “Secara pribadi, saya setuju kalau ibu kota Kabupaten Pasuruan pindah ke Bangil. Konsep itu harus ada pembahasan pemindahan ibu kota. Mulai tingkat RT, lurah, camat sampai tingkat kabupaten,” cetusnya memberi saran.

Tidak hanya Robiun. Tokoh muda yang juga menghuni Plaza Bangil, Santo menginginkan pemda di bawah kepemimpinan Dade Angga punya sikap tegas. “Kalau dilihat sejarah sudah jelas. Kalau dilihat dari sisi ekonomi, seharusnya pendapatan daerah mulai pajak, retribusi, sarana perkantoran dan lain-lain harus dikembalikan menjadi pendapatan Kabupaten Pasuruan sendiri. Jangan masuk kota,” tegas Santo.

Saat ini, pendapa Kabupaten Pasuruan masih nebeng di wilayah Kota Pasuruan. Tepatnya di alun-alun utara. Tentu saja, imbas secara ekonomis akan menguntungkan Kota. “Kalau misalnya di Raci atau wilayah Bangil sendiri, saya kira pengelolaan keuangan daerah akan lebih maksimal,” cetus Santo. (day)

Sumber: jawapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s