Puluhan Hewan Reptil dilepas ke Alam Bebas

ForebalBertempat di paseban alun-alun Bangil Minggu pagi kemarin (28/4) punggawa Forebal (Forum Reptil Bangil), menggelar ulatahnya yang pertama. Dalam giat perayaan ultahnya ke satu tersebut selain mengundang para komunitas penyanyang hewan reptil di Bangil, juga di undang pula komunitas pencinta reptil dari luar kota yakni dari Gresik-Jawa Timur.
     Tak pelak acara yang digelar tersebut membuat banyak masyarakat yang pagi itu berada di alun-alun Bangil ikut serta dalam rangkaian acara tersebut. Tak kurang dari ratusan binatang dipamerkan pada acara tersebut yakni ular dari berbagai jenis dan ukuran baik yang berbisa maupun tak berbisa, biawak,musang,iguana,kura-kura,kukang atau kus-kus. Kesemua binatang tersebut dipamerkan sesuai dengan kreteria kejinakannya masing-masing.
     Menurut Arifian 25 Th warga Bangil yang menjabat sebagai pelindung komunitas hewan reptil ini menerangkan ,” kami sengaja melakukan giat ultah “forebal” dimuka umum seperti ini, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui bahwa hewan ini tidak sepatutnya dimusuhi atau dibunuh tanpa alasan yang jelas dan hanya untuk pelampiasan berburu saja. Keberadaan hewan ini diciptakan untuk keseimbangan alam, apabila hean reptil seperti ini selalu diburu maka dapat dipastikan keseimbangan alam akan rusak dan yang terpenting yakni keberadaannya akan segera musnah dari muka bumi. Padahal tidak seluruh tanah dimuka bumi ini memiliki jenis reptil seperti di Indonesia.Contoh nyata adalah kukang (kus-kus)yang saat ini keberadaan sudah sangat jarang sekali ditemukan. Selain menggelar acara ultah kami juga akan memberikan pelajaran pada masyarakat bagaimana mengatasi hewan reptil liar yang ada dialam bebas baik menangkap maupun menjinakkannya, ungkap Arifian yang juga seorang Bintara Polri yang berdinas di Mapolres Pasuruan.
      Lain halnya komentar dari Indra 23 Th pemilik ular sanca kembang yang telah berusia 3th lebih dan mempunyai berat 15,2ons ,” keberadaan forum reptil ini selain untuk menyatukan para pecinta reptil juga untuk menumbuhkembangkan kelestarian hewan yang dianggap oleh masyarakat awan sebagai binatang yang menjijikan atau menakutkan.Tak seharusnya masyarakat kita memburu dan memperjual belikan hewan ini seenaknya sendiri serta mengeksplotasinya. Sedangkan keberadaannya juga sangat penting sebagai rantai makanan yang ada. Untuk itulah kami menghimbau kepada masyarakat agar ikut bersama-sama melestarikan keberadaannya dan jangan dibunuh tanpa alasan yang jelas. Ciri kas dari hewan reptil yakni tidak akan menyerang apabila dirinya tidak merasa terganggu atau terancam”,tukasnya
      Setelah melangsungkan pemotongan tumpeng sebagai tanda puncak HUT Forebal ke satu, para punggawanya langsung menuju ke daerah Kaliputih Kecamatan Rembang dan obyek wisata Coban Baung Kecamatan Purwodadi . Di Kaliputih mereka akan menggelar sosialisasi keberadaan hewan reptil yang dibawanya tersebut pada masyarakat setempat dan melepaskan puluhan reptil di hutan coban baung.(ndrix/rd)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s