Kantor SIM Pindah ke Bangil

Satu persatu instansi/kantor yang menangani wilayah Kabupaten Pasuruan berpindah dari wilayah Kota Pasuruan. Kemarin (11/5), kantor SIM (Surat Izin Mengemudi) di bawah kewenangan Polres Pasuruan pindah ke Bangil. Kantor SIM ini sekarang dipusatkan satu komplek di areal bangunan Polres Pasuruan di Bangil.

Resminya pemindahan ini baru berlangsung kemarin. Tak ayal, banyak pemohon SIM baru dan lama yang diperbarui kemarin kecele saat mengurus SIM di kantor lama, di Jl Soekarno Hatta (depan pasar Kota Pasuruan).

“Tadi banyak yang kecele. Di sana memang sudah ada tulisannya pindah ke Bangil. Tapi, kita nggak tahu. Makanya langsung ke sini ramai-ramai,” ujar Dumairi, salah satu pemohon yang memperbarui SIM-nya, asal Kraton.

Meski baru dibuka, namun semua ruang itu sudah siap melakukan pelayanan pada masyarakat. Misalnya, petugas sudah menyiapkan ruang pendaftaran, ujian (tes tulis), ruang entry data, sidik jari dan foto, hingga ujian praktik di halaman Polres.

Kapolres Pasuruan, AKBP Achmad Yani melalui Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Indro Susetiyo yang dihubungi terpisah menyatakan, pemindahan kantor SIM ke wilayah Bangil ini memang sudah menjadi atensi (perhatian, Red) pimpinannya.

“Sudah sekitar dua bulan lalu ada perintah untuk pindah. Kami sudah memberikan pemberitahuan dan pengumuman lewat radio. Sehingga, baru saat ini kami melayani masyarakat di SIM Bangil,” ujar Kasat Lantas kemarin.

Upaya menata ruangan juga sudah ia lakukan selama beberapa hari. Bahkan, Sabtu dan Minggu lalu, jajarannya diminta tidak libur, guna pembukaan ruangan baru di lingkungan Polres Pasuruan ini. Upaya transparansi pembiayaan juga sudah dipampang di banner besar depan pintu masuk.

Misalnya untuk pembayaran pengurusan SIM baru dikenakan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 75 ribu. Sedang untuk perpanjangan, PNBP-nya hanya Rp 60 ribu. “Ke depan, nanti akan ada ATM BRI untuk pembayaran ini. Biar bisa langsung mentransfer dengan biaya itu,” ujarnya.

Bahkan, untuk persyaratan kesehatan berupa pemeriksaan mata, masyarakat diperbolehkan mendapat rekomendasi dari dokter umum. Meski, soal biaya pemeriksaan buta warna atau tidak, menurut Kasat lebih murah diperiksa dokter yang disediakan pihak kantor SIM.

Pihaknya juga tidak mentolelir biaya lain di luar biaya yang sudah diplot. Artinya, jika ada penarikan biaya untuk ujian teori atau praktik, supaya bisa lulus, tidak bisa dibenarkan. “Kami menyediakan loket informasi atau pengaduan, kalau masyarakat merasa kurang nyaman dalam pelayanan kami. Untuk hari pertama, kami mohon maaf kalau pelayanan kami kurang maksimal. Sebab, kami memang baru operasional saat ini,” cetus Kasat. (day/jm)

Sumber: jawapos.co.id

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s