Bangil Tidak Punya Hotel

Meski sudah banyak instansi strategis di Bangil, namun ada satu yang masih kurang. Menurut salah satu tokoh masyarakat Imron Rosyadi, Bangil sudah saatnya memiliki hotel atau penginapan berkelas.

Imron yang juga Ketua LSM Forum Peduli Masyarakat (FPM) menilai, selama ini banyak tamu luar daerah yang sering bertanya hotel di Bangil. Selain itu, sering ada even-even berskala nasional. Kemarin saja, ada haul KH Syarwani yang dijubeli ribuan jamaah dari luar Jawa.

“Lalu, ada GOR, RSUD, Polres dan stadion Pogar yang banyak mendatangkan tamu-tamu dari luar kota. Saya kira ini potensi riil yang harus ditangkap pemerintah daerah, terutama badan investasi,” ujar Imron, kemarin.

Menurut Imron, GOR Raci sering digunakan even berskala Jatim dan nasional. Kadang dijadikan pentas musik dengan artis Jakarta, turnamen olahraga dan sejenisnya. “Nah, kalau ada tamu kan biasanya mereka lari ke Kota Pasuruan atau Pandaan dan Prigen. Dari sisi efektifitas, tentu tamu luar kota akan memilih wilayah Bangil jika punya hotel,” tegasnya.

Termasuk, ketika ada keluarga pasien dari RSUD Bangil, tamu Polres, instansi pendidikan atau tim tamu yang akan bertanding di Stadion Pogar melawan Persekabpas. Kondisi riil inilah yang seharusnya disikapi serius oleh pemerintah daerah untuk mendatangkan investor. Pihak ketiga harus bisa diyakinkan tentang potensi yang ada di Bangil.

“Yakinkan mereka dengan data pendukung yang ada. Yang lebih penting, proses perizinan jangan berbelit-belit. Mudahkan prosedur perizinan sesuai standar yang berlaku,” terang Imron.

Hanya, Imron mengingatkan, hotel yang dibangun untuk wilayah Bangil tetap mencerminkan kultur Bangil. Nuansanya tetap Islami. “Jangan sampai ada hotel, tapi disalahgunakan pemiliknya, misalnya dijadikan tempat maksiat. Ini jangan sampai terjadi,” katanya.

Selama ini, wilayah Bangil bukan tidak ada penginapan. Ada juga penginapan sederhana di depan RS Masyitoh Bangil. Namun, losmen ini dirasa kurang standar. Sehingga, para tamu luar daerah lebih memilih wilayah Pandaan, Tretes Prigen dan Kota Pasuruan untuk menginap.

“Kalau saja, sentra bordir juga dibangun, saya yakin Bangil lebih banyak kebanjiran tamu luar kota. Ini akan semakin positif, jika kita sudah sediakan jasa hotel,” terangnya.

Minimnya hotel di Bangil juga dipikirkan sebagian masyarakat setempat. Bahkan, salah satu tokoh Bangil, Djadid Umar Thalib mengaku, saat ini sudah merencanakan membangun hotel. Pria pemilik gedung Al-Hambra Bangil ini akan menjadikan rumah besarnya menjadi hotel yang standar. “Pemikiran saya sederhana saja. Rumah ini kan besar. Sedangkan Bangil banyak tamu dari luar daerah. Saya sudah rencanakan untuk membangun hotel di sini,” ujar Djadid, kemarin.

Hanya, pihaknya belum berani berjanji kapan hotel ala Bangil ini selesai dibangun. Pihaknya baru sebatas merancang dan mengusahakan bahan baku. “Mudah-mudahan secepatnya bisa dibangun hotel. Tentu sesuai dengan kultur masyarakat di sini,” ujar Djadid, kemarin. (day/syt)

sumber: jawapos.co.id

About these ads

4 thoughts on “Bangil Tidak Punya Hotel”

  1. Hello kota bangil…kupernah tinggal dan bekerja di kota ini,kota kecil tapi ramai.

    wah berapa tahun mas? Gimana masyarakatnya.. cakep2 gak? :D

  2. saya lahir dikota ini…..saya sangat mendukung sekali adanya pembangunan hotel dikota ini….letak kota bangil ini sangatlah strtegis sekali…

  3. bulan september saya mau ke bangil, dulu waktu ke bangil ngantar anak yg mondok disana saya nginap di htl alhamra, tapi lupa catat no tlp penginapan tsb, ada yg bisa kasih informasi no tlp penginapan al hamra email ke mi_darulfata@yahoo.co.id

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s