Habib Abu Bakar bin Husen Assegaf Bangil

Mutiara Bersinar dari Bani Alawy

Beliau mempunyai garis keturunan suci yang terus bersambung dan bermuara pada penghulu manusia generasi dahulu dan sekarang hingga akhir nanti, al-Habibul A’dhom Muhammad SAW. Beliau adalah putra dari pasangan al-Habib Husein bin Abdullah Assegaf dan Syarifah Syifa binti Abdul Qodir al-Bahr yang dilahirkan di kota Seiwun, Hadramaut pada tahun 1309 H.

Salah satu maha guru beliau adalah Alhabib al-Quthb Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf Gresik. Banyak dari kitab-kitab salaf yang beliau pelajari dari Habib Abu Bakar Assegaf terutama kitab karangan al-Imam Ghozali Ihya Ulumuddin. Tidak hanya sekedar belajar, Habib Abu Bakar Assegaf Gresik juga mengijazahkan dan memberi titah kepada beliau Habib Abu Bakar bin Husein untuk membaca sekaligus mengajarkannya setiap hari di kediamannya sendiri. Tercatat di kediamannya sediri, beliau telah mengkhatamkan kitab Ihya sebanyak 40 kali. Tiap ta hunnya beliau membuat jamuan yang istimewa dalam rangka acara khataman kitab Ihya tersebut. Beliau r.a adalah figur yang berakhlak mulia. Terbukti bahwa beliau adalah sosok yang luwes dalam bergaul. Beliau menatap setiap orang dengan tatapan yang berseri-seri, baik itu kecil atau besar, tua atau muda beliau tatap dengan muka manis penuh penghormatan. Beliau r.a juga senang berkumpul dan mencintai para fakir miskin dengan membantu memenuhi keperluan mereka, khususnya kaum janda dan anak-anak yatim. Meski p un demikian beliau belum pernah merasa kurang hartanya karena beliau bagi-bagikan, sebaliknya beliau mendapat balasan harta dan jasa dari orang-orang kaya pecinta kebajikan. Sungguh beliau r.a mencurahkan segenap umurnya untuk membantu kaum fakir miskin, orang-orang yang kesusahan, menjamu para tamu, mendamaikan 2 belah pihak yang saling berseteru dan mencarikan jodoh para gadis muslimat. Habib Abu Bakar bin Husein Assegaf selalu dan senantiasa memberikan motivasi untuk menapaki jejak para aslafunas sholihin, meniru dan berhias diri dengan akhlakul karimah. Bahkan beliau senantiasa mengingatkan akan mutiara kalam Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad (shohibur ratib):

“Berpegang tegunglah pada Al-Qur an da n ikutilah sunnah Rasul, dan ikutilah jejak para aslaf niscaya Allah akan memberimu hidayah.”

Baca selebihnya »

Panggung Sejarah

Walaupun termasuk kota kecil, Bangil ternyata memiliki catatan sejarah panjang yang mengagumkan. Simak saja tulisan Benny G. Setiono dibawah ini yang disadur dari inti.or.id mengenai Pasang Surut Hubungan Tionghoa-Islam Dalam Panggung Sejarah Indonesia.

( Disampaikan dalam Seminar “Kontribusi Tionghoa Dalam Penyebaran Islam di Indonesia, yang dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2005 di Aula Kantor DPP Golkar Jl Anggrek Nelly Murni, Slipi- Jakarta Barat ).

Awal kedatangan orang Tionghoa.
Keberadaan orang-orang Tionghoa yang pertama kali di Nusantara sebenarnya tidak jelas. Dugaan selama ini hanya berdasarkan hasil temuan benda-benda kuno seperti tembikar Tiongkok di Jawa Barat, Lampung, daerah Batanghari dan Kalimatan Barat maupun yang disimpan di berbagai kraton dan genderang (genta) perunggu Dongson di Jawa, Bali dan dataran Pasemah, Sumatera Selatan.

Fa Hian seorang pendeta dari Tiongkok mengunjungi pulau Jawa dalam perjalanannya ke India antara tahun 399 sampai 414.. Pengalamannya di tulis dalam buku Fahuek,seratus tahun kemudiani Sun Yun dan Hwui Ning mengikutinya dengan melakukan ziarah dari Tiongkok ke India.

Pada tahun 671 Pendeta I-tsing berangkat dari Canton ke Nalanda melalui Sriwijaya. Seluruh pengalamannya diuraikan dengan cermat dalam bukunya Nan Hai Chi Kuei Fa Ch’uan dan Ta T’ang Si Yu Ku Fa Kao Seng Ch’uan. Pendeta I Tsing mengembara di luar Tiongkok selama 25 tahun. Ia kembali ke Kwangtung pada pertengahan musim panas pemerintahan Cheng Heng (tahun 695) dengan membawa pulang 4.000 naskah yang terdiri dari lima ratus ribu sloka. Dari tahun 700 sampai 712 ia menterjemahkan 56 buku dalam 230 julid. Hingga abad ke VII hanya pendeta Buddha Tionghoa yang melakukan perjalanan ke India yang mengunjungi Sriwijaya.
Menurut catatan yang ada, orang-orang Tionghoa mulai berdatangan ke Indonesia pada abad ke IX yaitu pada zaman dinasti Tang untuk berdagang dengan membawa barang-barang kerajinan seperti barang-barang porselen, sutera, teh, alat-alat pertukangan, pertanian dsbnya untuk ditukar dengan hasil-hasil pertanian terutama rempah-rempah, sarang burung walet,gambir, bahan obat-obatan dsbnya. Mereka yang sebelumnya hanya menunggu pedagang-pedagang asing yang datang ke Canton dengan menggunakan kapal-kapal Persia kemudian tertarik untuk melakukan perdagangn sendiri ke negara-negara Laut Selatan (Nanyang). Baca selebihnya »

Abdurrachman Baswedan

Ternyata selain sakera, Bangil juga melahirkan tokok pers dan pahlawan (atau adimne ae sing kuper). Beliau adalah AR Baswedan. Tokoh kelahiran Bangil. Mungkin diantara temen2 facebook kota Bangil ada yang jadi kerabatnya??

Dan mungkin masih banyak lagi pahlawan-pahlawan yang lahir di kota Bangil yang belum terekspose yang mengharumkan bumi pertiwi, walaupun mungkin tak harus hidup di masa perjuangan. Di masa kinipun diharapkan akan lahir pahlawan-pahlawan dari kota Bangil tercinta ini.

Check this out:
Khazanah pers sejarah Indonesia telah mencatatnya sebagai salah seorang yang memiliki peran di kancah percaturan pers Indonesia dalam zaman pergerakan dan masa setelah Indonesia merdeka. Orang tersebut adalah Adurrahman Baswedan. Seorang pria kelahiran Bangil, Jawa Timur, 18 September 1908. Baswedan mempunyai darah keturunan Arab. Karakternya khas; sebagai manusia yang dilahirkan zaman pergerakan, dia cepat panas dan penuh vitalitas. Pendidikan formalnya ditempuh di Madrasah, Ampel, Surabaya dan IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta namun tidak rampung, tahun 1971. Baca selebihnya »

Seabad Lebih

Ternyata jalur kereta api di Bangil baru merayakan ultahnya yang ke 130 tahun tanggal 20 Juli kemarin. Gak terasa ternyata usianya masih terbilang “imut”. 130 tahun. Apa gak ada keinginan untuk memperbaruhi ya??? :D

Berikut adalah cuplikannya:
Tanggal 10 April 1869 Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Staats Spoorwegen (SS) dan membangun lintasan Batavia-Bogor. Tanggal 16 Mei April 1878, perusahaan negara ini membuka jalur Surabaya-Pasuruan-Malang, dan 20 Juli 1879 membuka jalur Bangil-Malang. Pembangunan terus berjalan hingga ke kota-kota besar seluruh Jawa terhubung oleh jalur kereta api.Di luar Jawa, 12 Nopember 1876, Staats Spoorwegen juga membangun jalur Ulele-Kutaraja (Aceh). Selanjutnya lintasan Palu Aer-Padang (Sumatera Barat) pada Juli 1891, lintasan Telukbetung-Prabumulih (Sumatera Selatan) tahun 1912, dan 1 Juli 1923 membangun jalur Makasar-Takalar (Sulawesi). Di Sumatera Utara, NV. Deli Spoorweg Mij juga membangun lintasan Labuan-Medan pada 25 Juli 1886……..

Artikel selengkapnya bisa di baca di perusahaankeretaapihindiabelanda.blogspot.com

Sumber:
Boekoe Peringatan dari Staatsspoor & Tramwegen hindia Belanda 1875-1925, Topografische Inrichting Weltevreden, 1925

Panggilan

“Jika Allah SWT mengizinkan kami akan pergi untuk beribadah haji. Saya ke sana naik becak, karena hanya itu yang saya miliki….”

Begitulah sepenggal kata-kata yang keluar dari mulut Kusno Hadi seorang kakek 23 cucu, salah seorang yang punya niatan berangkat haji menggunakan becak. Sedangkan satu orang lagi menggunakan sepeda pancal. Mahalnya ongkos naik haji mungkin menjadi salah satu alasan bagi mereka. Berita selengkapnya bisa dibaca disini.

Subhanallah…… Kalo Allah berkehendak, apapun bisa terlaksana. Ternyata ini juga menjadi sebuah sindiran bagi kita-kita yang mampu menunaikan haji, namun “menyisihkan panggilan” itu.

Kemarin sepertinya mereka sudah mulai melakukan perjalanannya. Semoga saja niatan kedua orang itu terlaksana dengan baik dan mendapat ridho-Nya. Dan bagi kita-kita juga segera mendapat kekuatan dan kemampuan untuk segera menunaikan rukun Islam yang kelima. Amiin…

* Gambar dari sini *

Pesta Rakyat

Hari Selasa kemarin adalah hari hari yang menentukan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Saatnya bangsa Indonesia kembali memilih sosok pemimpin bangsa yang pantas mengemban amanah rakyat Indonesia untuk 5 tahun kedepan. Tak ketinggalan masyarakat Bangil pun sepertinya menyambut dengan antusias moment yang katanya pesta demokrasi bagi bangsa ini.

Jalanan Bangil terlihat relatif sepi dan lengang, seperti yang terlihat di jalan2 protokol saat jam masih menunjukkan pukul 8-an. Sepertinya Wong Bangil masih sadar nyontreng :lol: . Kampung-kampung terasa lebih bergairah. Wajah-wajah ceriah pun hilir mudik, berduyun-duyun mendatangi TPS. Namun tak sedikit juga yang mengaku golput. Ada beragam alasan yang membuat mereka menjadi golput. Dari sikap skeptis hingga gak bisa nyontreng karena gak ber-KTP di daerah yang bersangkutan.

Dari quick count yang diadakan berbagai lembaga survey, ternyata calon incumbent P. SBY masih menempati posisi teratas. Meski pun pengumuan resmi dari KPU belum turun, sepertinya tinggal menunggu waktu aja untuk mengesahkan P. Sby menjadi still the next president untuk periode 2009-2014. Terlepas siapapun nanti yang dikukuhkan menjadi Presiden dan wakil presiden, Bangil harus tetap all out. Tetap semangat tuk selalu menyelaraskan nadi kehidupan. Menjadi kota yang dapat dibanggakan, dengan atau tanpa bantuan pemerintah pusat.

*Foto: diambil dari pertigaan depan depot rahmat.

Polling Instansi Pemerintahan Kota Bangil

Bagaimana Kualitas Pelayanan Instansi Pemerintahan di Kota Bangil, baik dari tingkat Kelurahan hingga Kecamatan, maupun instansi departement lainnya?

TV Online

Terlepas dari legal ato nggaknya, dibawah ini ada beberapa situs yang menyediakan kontent TV online. Depend on your bandwidth. Kalao internet lemot, don’t try this at home. :lol:

  1. http://indo-tv.com
  2. http://www.imediabiz.tv
  3. http://vivanews.com
  4. http://www.jakartacityview.com

Kalo ada yang mo nambahin, silahkan. Aniwey, ada gak Stasiun TV di Pasuruan atau Bangil? Dulu pernah ada, kalo gak salah PAL TV. Sekarang entah bagaimana kelanjutannya. Kemarin aku searching sepertinya dah gak mengudara lagi. Yang  terdeteksi di Bangil malahan channel TV2 lokal dari Surabaya dan Gresik.

Bagaimana dengan Bangil?

Silahkan Ngisi Polling

jqx79yevuf

Tentang Cholidi Asadil Alam, Arek Bangil yang Sukses Audisi Ketika Cinta Bertasbih

m_cholidi_asadil_alam_pemeran_azzam-20081022-001-wawanSejak Kecil Berprestasi di Dunia Model

Nama Cholidi Asadil Alam menyeruak setelah sukses dalam audisi film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Arek Bangil itu bakal memerankan tokoh Azzam dalam film yang diangkat dari novel karya Habiburrahman El-Shyrazi itu. Bagaimana rintisan jalannya sampai bisa masuk dunia akting?

Di sebuah tempat khusus dalam rumah Cholidi Asadil Alam di Bangil, berjajar sejumlah trofi. Itu trofi penghargaan dalam dunia model yang berhasil diraih Ody, panggilan Cholidi Asadil Alam, sejak kecil.

Ody memang sudah menunjukkan bakat lebihnya di dunia seni model sejak kecil. Dibanding dua kakaknya, Rony, dan Fiky, kelebihan Ody ini sangat menonjol. Pertama kali Ody dapat juara, ketika masih duduk di kelas III SD. “Waktu itu usianya belum genap 9 tahun. Dia sudah membanggakan kami dengan merebut juara I Top Model ABG Tingkat Jawa Timur,” aku sang ibu, Afidatuzzahro saat ditemui kemarin. Baca selebihnya »